<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Badan Wakaf Quran</title>
	<atom:link href="http://bwa.eramuslim.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://bwa.eramuslim.com</link>
	<description>Kerjasama BWA dan Eramuslim</description>
	<lastBuildDate>Wed, 02 May 2012 09:49:47 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.2</generator>
		<item>
		<title>Jangan ambil nyawaku&#8230;, sebelum berhasil mengambil air</title>
		<link>http://bwa.eramuslim.com/jangan-ambil-nyawaku-sebelum-berhasil-mengambil-air/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=jangan-ambil-nyawaku-sebelum-berhasil-mengambil-air</link>
		<comments>http://bwa.eramuslim.com/jangan-ambil-nyawaku-sebelum-berhasil-mengambil-air/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 19 Apr 2012 13:46:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Badan Wakaf AlQuran</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[gunungkidul]]></category>
		<category><![CDATA[wakaf]]></category>
		<category><![CDATA[wakaf air bersih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bwa.eramuslim.com/?p=99</guid>
		<description><![CDATA[Awalnya Musrifah, istri mantan Kepala Pusat Penelitian dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein, tidak percaya kalau ada sumber air di Gua Pego Dusun Tlogo Warak, Desa Giri Purwo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta. Namun setelah Darminto, &#8230; <a href="http://bwa.eramuslim.com/jangan-ambil-nyawaku-sebelum-berhasil-mengambil-air/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" style="border-image: initial; margin: 5px;" src="http://i1036.photobucket.com/albums/a441/wakafquran/DSC_0252331.jpg" alt="" width="215" />Awalnya Musrifah, istri mantan Kepala Pusat Penelitian dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) Yunus Husein, tidak percaya kalau ada sumber air di Gua Pego Dusun Tlogo Warak, Desa Giri Purwo, Kecamatan Purwosari, Kabupaten Gunung Kidul, Daerah Istimewa Yogyakarta.</p>
<p>Namun setelah Darminto, penanggung jawab pembangunan wakaf sarana air bersih Badan Wakaf Al-Qur&#8217;an (BWA), pada Januari 2012 lalu memperlihatkan video yang menunjukan keberhasilan Tim BWA mengangkat air jernih ke permukaan gua, barulah Musrifah percaya.</p>
<p>“Hidup  lagi semangat saya,” ungkapnya. Itulah pertama kali Musrifah bertemu BWA. Dan pada pertemuan itu pula, ia langsung berwakaf untuk sarana air bersih di Gunungkidul. Pasalnya, sejak tahun 2000 ia memang sudah mencari ke berbagai tempat di pelosok Gunungkidul untuk mencari sumber air bersih. Namun selalu berakhir dengan kegagalan.</p>
<p>Bahkan ia pun sampai memohon kepada Allah SWT. ”Ya Allah, jangan ambil nyawaku sebelum aku berhasil membantu mengambil air,” doanya.</p>
<p><img class="alignleft" style="margin: 5px;" src="http://i1036.photobucket.com/albums/a441/wakafquran/IMG_1238.jpg" alt="" width="300" /></p>
<p><img class="alignleft" style="margin: 5px;" src="http://i1036.photobucket.com/albums/a441/wakafquran/IMG_1155.jpg" alt="" width="300" />Ya, ibarat kacang, alumnus Sekolah Pengatur Rawat (SPR, sekarang Sekolah Perawat Kesehatan/SPK), memang tidak lupa kulitnya. Setelah hidup sukses di Jakarta ibu dari dua anak perempuan ini tetap peduli terhadap kampung halamannya, Gunungkidul.</p>
<p>Wanita kelahiran 15 Februari 1958 tersebut sangat prihatin sekali melihat kondisi Jlumbang, yang kiris air bersih. Warga terpaksa mengonsumsi air hujan yang ditampungnya. “Jadi kalau sudah habis air hujan, dia bingung musti kemana nyari air?” ungkapnya.</p>
<p>Untuk mendapatkan air saat kemarau, warga mencari air ke daerah Petoyan yang ada mata airnya bahkan sampai menjual kambing. “Saya sangat prihatin banget,” ujar Musrifah. Makanya, ia pun berusaha membantu warga mendapatkan air bersih walaupun beberapa kali mengalami kegagalan.</p>
<p>Tidak menyerah, Musrifah pun terus mencari ke berbagai tempat lainnya. “Saya sudah berusaha nyari, nyari di gua-gua tidak dapat. Saya  minta tolong lagi sama mahasiswa pencinta alam tidak berhasil juga,” ungkapnya.</p>
<p>Pada 2011, ia pun memanggil jasa pengeboran. Namun ternyata biayanya sangat mahal, untuk mengeluarkan air dari sumber air ke permukaan tanah saja dikenai biaya sampai Rp. 246 juta! “Belum lagi pipanisasi ke Jlumbang? Berapa?” Musrifah kaget.</p>
<p>“Namun Alhamdulillah, belum sempat saya teken kontrak dengan pihak jasa pengobaran air itu, saya ditelepon Mas Darminto,” ungkapnya. Dengan biaya yang relatif murah, BWA bisa mengangkat air dari sungai bawah tanah di dasar Gua Pego dan dengan bantuan ibu dua puteri ini dilakukan pipanisasi ke 3 dusun salah satunya adalah ke Jlumbang.</p>
<p><iframe src="http://www.youtube.com/embed/YlLfZUaU3SI?rel=0" frameborder="0" width="480" height="360"></iframe></p>
<p>Tahap 2 Pembangunan Sarana Air Bersih di Gunungkidul</p>
<p>Ingin berpartisipasi dalam program BWA lainnya, silahkan kunjungi <a href="http://www.wakafquran.org">www.wakafquran.org</a> []</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bwa.eramuslim.com/jangan-ambil-nyawaku-sebelum-berhasil-mengambil-air/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Cita-cita Ahsan Ingin Jadi Penghafal Al Quran</title>
		<link>http://bwa.eramuslim.com/cita-cita-ahsan-ingin-jadi-penghafal-al-quran/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=cita-cita-ahsan-ingin-jadi-penghafal-al-quran</link>
		<comments>http://bwa.eramuslim.com/cita-cita-ahsan-ingin-jadi-penghafal-al-quran/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 Apr 2012 09:27:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Badan Wakaf AlQuran</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[donasi pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[indonesiabelajar]]></category>
		<category><![CDATA[wakaf]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bwa.eramuslim.com/?p=88</guid>
		<description><![CDATA[Pertemuan Pertama dengan Ahsan &#160; Mari Doakan Ahsan Bisa Meraih Cita-Citanya Ada kisah menarik yang membuat Ahsan begitu semangat ingin menjadi penghafal Al Qur&#8217;an, sebagaimana dituturkan oleh Ibu Sito Insafiah ibunda Ahsan, kepada tim Indonesia Belajar BWA (28/3/2012) di rumah &#8230; <a href="http://bwa.eramuslim.com/cita-cita-ahsan-ingin-jadi-penghafal-al-quran/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>Pertemuan Pertama dengan Ahsan</strong></p>
<p>
<iframe width="420" height="315" src="http://www.youtube.com/embed/qXsVCitUG4g" frameborder="0" allowfullscreen></iframe>
</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Mari Doakan Ahsan Bisa Meraih Cita-Citanya</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><img style="float: left; margin-top: 2px; margin-bottom: 2px; margin-left: 10px; margin-right: 10px;" src="http://i1036.photobucket.com/albums/a441/wakafquran/Ahsan-1.jpg" alt="" width="271" height="150" />Ada kisah menarik yang membuat Ahsan begitu semangat ingin menjadi penghafal Al Qur&rsquo;an, sebagaimana dituturkan oleh Ibu Sito Insafiah ibunda Ahsan, kepada tim Indonesia Belajar BWA (28/3/2012) di rumah kontrakan mereka Jl. Arus Jati Kampung Koja Jatinegara Kaum Pulo Gadung Jakarta Timur.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada suatu ketika, Ahsan dan adiknya menyaksikan berita di TV tentang nasib anak-anak Palestina yang diserang oleh tentara&nbsp; Israel dengan Tank Baja.&nbsp; &rdquo;Beraninya sama anak kecil, awas nanti akan saya balas&rdquo; gerutu Ahsan. &ldquo;Bagaimana caranya Bang, bisa ngebalas tentara Israel ?&rdquo; sahut Muntas adiknya Ahsan. &ldquo;Dengan Al-Qur&rsquo;an&rdquo;,&nbsp;&nbsp; jawab Ahsan. &ldquo;Dengan Al-Qur&rsquo;an, bagaimana mungkin?, mereka kan pakai &nbsp;Tank bang! Kata adiknya. &ldquo;Iya dengan Al-Qur&rsquo;an, saya akan menghafal Al-Qur&rsquo;an, di dalam Al-Qur&rsquo;an kan ada cara membuat Tank&rdquo;&nbsp; jawab Ahsan dengan lugunya seorang anak.&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Ahsan memang sudah dikenalkan dengan Islam sejak usia balita, Ibunda Ahsan mengenalkan Islam kepada anak-anaknya dengan cara menceritakan kisah-kisah para sahabat Rasul dan para pejuang Islam, misalnya kisah tentang Kholid Bin Walid, Salahuddin Al Ayyubi, Muhammad Al Fatih dan lain sebagainya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ahsan memang anak yang istimewa selain memiliki keunggulan dalam pelajaran matematika dan kuatnya hafalan Al Quran.&nbsp; Ia juga seorang yang lembut perasaannya, terbukti ketika&nbsp; Ibunda Ahsan bercerita tentang kisah Kholid Bin Walid, Ahsan sampai meneteskan air mata, pada saat&nbsp; kisah&nbsp;&nbsp; itu&nbsp; hampir sampai di penghujung&nbsp; cerita, yaitu kisah wafatnya Kholid Bin Walid. Ibunya bertanya, mengapa Ahsan menangis? &ldquo;Saya sedih bu, Kholid Bin Walid bercita-cita ingin mati syahid di medan tempur, tapi ternyata beliau wafat di pembaringan&rdquo;, jawab Ahsan.&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Setelah sekitar dua jam berkunjung ke keluarga Ahsan, yang disambut hangat oleh orang tua Ahsan yaitu bapak Saleh Wagino dan ibu Sito Insafiah, kemudian tim Indonesia Belajar berpamitan untuk melanjutkan perjalanan menuju Pondok Pesantren Mush&rsquo;ab Bin Umair, Cibitung, Bekasi.&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">Kehadiran kami disambut dengan gembira oleh bapak Luqman Hakim selaku ketua Pondok Pesantren Mush&rsquo;ab Bin Umair. &nbsp;Disana kami&nbsp; ingin menunaikan amanah dari para wakif dan donatur melalui Badan Wakaf Al Qur&rsquo;an (BWA) untuk menyampaikan dana pendidikan Ahsan selama 1 tahun sebesar Rp. 7,800,000,00 (Tujuh Juta Delapan Ratus Ribu Rupiah). Dana tersebut diterima langsung oleh Pak Agung selaku Bendahara Pesantren, yang disaksikan oleh ketua Pesantren Mush&rsquo;ab Bin Umair yaitu bapak Luqman Hakim, SP.&nbsp;</p>
<p style="text-align: justify;">&nbsp;</p>
<p>
<object style="width: 425px; height: 350px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" width="425" height="350" data="http://www.youtube.com/v/_DdlnQWwXp4" type="application/x-shockwave-flash"><param name="data" value="http://www.youtube.com/v/_DdlnQWwXp4" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/_DdlnQWwXp4" /></object>
</p>
<p style="text-align: justify;">Mudah-mudahan dana ini bisa membantu keluarga Ahsan yang sedang dalan kesulitan ekonomi dan bermanfaat bagi Ahsan yang ingin menjadi pejuang Islam yang hafidz Al Qur&rsquo;an, &nbsp;Aamiin!&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bwa.eramuslim.com/cita-cita-ahsan-ingin-jadi-penghafal-al-quran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Tahap demi Tahap Pembangunan Sarana Air Bersih Di Desa Giripurwo, Gunung Kidul Yogyakarta</title>
		<link>http://bwa.eramuslim.com/tahap-demi-tahap-pembangunan-sarana-air-bersih-di-desa-giripurwo-gunung-kidul-yogyakarta/?utm_source=rss&#038;utm_medium=rss&#038;utm_campaign=tahap-demi-tahap-pembangunan-sarana-air-bersih-di-desa-giripurwo-gunung-kidul-yogyakarta</link>
		<comments>http://bwa.eramuslim.com/tahap-demi-tahap-pembangunan-sarana-air-bersih-di-desa-giripurwo-gunung-kidul-yogyakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 20 Mar 2012 09:39:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Badan Wakaf AlQuran</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[gunungkidul]]></category>
		<category><![CDATA[wakaf]]></category>
		<category><![CDATA[wakaf air bersih]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://bwa.eramuslim.com/?p=58</guid>
		<description><![CDATA[Sudah puluhan tahun warga Desa Giripurwo, Gunungkidul krisis air bersih karena sumber utama air bersih mereka adalah dari air hujan, sementara di musim kemarau penduduk desa harus berhemat karena air yang tersedia tidak mencukupi bagi kebutuhan warga. Padahal ada sumber &#8230; <a href="http://bwa.eramuslim.com/tahap-demi-tahap-pembangunan-sarana-air-bersih-di-desa-giripurwo-gunung-kidul-yogyakarta/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah puluhan tahun warga Desa Giripurwo, Gunungkidul krisis air bersih karena sumber utama air bersih mereka adalah dari air hujan, sementara di musim kemarau penduduk desa harus berhemat karena air yang tersedia tidak mencukupi bagi kebutuhan warga. Padahal ada sumber air yang melimpah di desa tersebut, sekitar 500 meter dari pemukiman penduduk Dusun Tlogo Warak terdapat aliran sungai bawah tanah yang airnya jernih.</p>
<p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="http://i1036.photobucket.com/albums/a441/wakafquran/Image4-horz.jpg" alt="" width="425" /></p>
<p>Penemuan sungai bawah tanah ini terjadi pada tahun 1997 secara tidak sengaja, ketika seorang penduduk desa menyusuri Gua Pego untuk mencari sarang burung walet. Ditengah kegelapan dan kesunyian, tiba-tiba ia mendengar suara aliran air yang deras di dasar gua yang curam. Temuan ini ditindaklanjuti oleh aparat desa dengan menurunkan beberapa orang untuk melihat lebih dekat asal suara aliran air tersebut.</p>
<p>Ternyata hasilnya menakjubkan, ada sungai bawah tanah dengan debit cukup besar dan airnya jernih. Namun sayang dari tahun 1997 sampai sekarang penduduk desa Giripurwo belum bisa menikmati air bersih tersebut karena untuk mengaksesnya ke dasar gua cukup sulit. Dari mulut gua harus masuk dan menuruni tangga hingga kedalaman sekitar 50 meter.</p>
<p>Setelah itu, berjalan merunduk memasuki lorong yang ketinggiannya kurang dari satu meter sejauh 80 meter. Kemudian bisa berjalan lagi dengan berdiri tegak sekitar 20 meter berikutnya. Setelah itu, memasuki lubang yang menukik 90 derajat vertikal ke bawah sedalam 85 meter!</p>
<p>Warga pun menggunakan tangga tali dan tambang agar bisa sampai di dasarnya. Di dasar gua inilah terdapat aliran sungai jernih yang mengalir menuju Pantai Selatan.Air dalam gua ini sangat segar dan bersih karena telah mengalami proses penyaringan secara alami.Dengan debit air sekitar 30 liter per detik, diprediksikan dapat mencukupi kebutuhan penduduk 3 dusun yang saat ini berpenghuni sekitar 800 KK tersebut.</p>
<p><strong>Tahap Survey</strong></p>
<p><object style="width: 425px; height: 350px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" width="425" height="350" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="data" value="http://www.youtube.com/v/8r5aTQeHsb8&amp;lr" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/8r5aTQeHsb8&amp;lr" /><embed style="width: 425px; height: 350px; display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" width="425" height="350" type="application/x-shockwave-flash" src="http://www.youtube.com/v/8r5aTQeHsb8&amp;lr" data="http://www.youtube.com/v/8r5aTQeHsb8&amp;lr" /></object></p>
<p style="text-align: center;"><span style="font-size: small;"><em><span style="font-family: 'times new roman', times;">Survey tim BWA mencari sumber air bersih di dalam gua</span></em></span></p>
<p><em>“Airnya enak, bisa digunakan untuk kebutuhan tiga dusun,” ungkap Darminto, penanggung jawab project sarana air bersih, usai meminum air sungai itu saat survei ke lokasi pada 30 Oktober 2011 lalu.</em></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Tahap Mengangkat Air Ke Permukaan Tanah</strong></p>
<p>Untuk mengangkat air bersih ini agar bisa dinikmati oleh warga dengan mudah maka Badan Wakaf Al-Qur’an pun melaksanakan project wakaf pembangunan sarana air bersih. Dengan langkah sebagai berikut.</p>
<p>Pertama, membangun tempat dudukan mesin pompa air submersible di dasar gua di tepi sungai bawah tanah tersebut, yakni dengan menggali dasar gua sedalam 2-3 m. Setelah itu mesin pompa diturunkan di pasang di tempatnya tersebut.</p>
<p>Kedua, mengalirkan air sungai ke dalam tempat pompa air submersible tersebut , agar diperoleh debit air yang cukup dan pompa air selalu dalam keadaan terendam maka dibangun semancam tanggul untuk menahan aliran air. “Bendungan ini diharapkan mampu menahan air secara alami dan membuat dasar gua penuh dengan air sehingga diperoleh volume yang cukup agar dapat di pompa ke atas menuju permukaan tanah,” ungkap Darminto.</p>
<p>Ketiga, pipanisasi dari pompa di dasar gua hingga ke permukaan tanah, selisih ketinggiannya antara keduanya mencapai 150 m.</p>
<p>Keempat, Air yang diangkat ini di alirkan ke bak penampungan dengan kapasitas 48.000 liter yang terdapat di dekat mulut gua. Sampai disini tahap pertama pembangunan sarana air bersih selesai, kemudian akan dilanjutkan ke tahap kedua yaitu,</p>
<p><object style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto; width: 425px; height: 350px;" width="425" height="350" classid="clsid:d27cdb6e-ae6d-11cf-96b8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=6,0,40,0"><param name="data" value="http://www.youtube.com/v/gT2peL0SWm0&amp;list" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/gT2peL0SWm0&amp;list" /><embed style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto; width: 425px; height: 350px;" width="425" height="350" type="application/x-shockwave-flash" src="http://www.youtube.com/v/gT2peL0SWm0&amp;list" data="http://www.youtube.com/v/gT2peL0SWm0&amp;list" /></object></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Tahap Distribusi</strong></p>
<p>Membangun bak penampungan air di atas bukit yang memiliki ketinggian 50 m dari bak penampungan dekat mulut gua, dengan kapasitas 48.000 liter. Tahap ini untuk memudahkan mengalirkan air ke bak-bak pembagi di tiga dusun yang masing-masing berkapasitas 30.000 liter di Desa Giripurwo itu.</p>
<p><img style="display: block; margin-left: auto; margin-right: auto;" src="http://i1036.photobucket.com/albums/a441/wakafquran/GnKidulLaporan-1.jpg" alt="Pembangunan Bak Penampung" width="425" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Insya Allah Project Wakaf Sarana Air Bersih ini akan selesai pada pertengahan April 2012, semoga dimudahkan oleh Allah SWT sehingga warga di desa Giripurwo tidak kesulitan air bersih di musim kemarau.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://bwa.eramuslim.com/tahap-demi-tahap-pembangunan-sarana-air-bersih-di-desa-giripurwo-gunung-kidul-yogyakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

